Assalamu'alaikum wr. wb.

Yang masih memiliki nyawa, indera perasa dan indera pendengaran dalam kondisi baik pasti menjawabnya dengan semangat. Karena saya mendo’akan keselamatan bagi antum semua.
Asslamu’alaikum wr. wb.
Alhamdulillahi rabbil a'lamiin. wabihi nasta'in. wa a'la ummu riddunya wa addiin. washsholatu wassalamu a'la ashrofil anbiya iwal mursalin. wa a'la alihi washohbihi ajma'in. amma ba'du.
Sepertinya kondisi manusia-manusia pada hari ini berbeda-beda. Ada yang lagi badmood. Ada yang lagi goodmood. Ada yang lagi galau. Ada yang tak terpantau. Ada yang bahagia. Ada yang tersiksa. Tetapi apapun itu kondisinya kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah SWT dimana atas nikmatNya juga karuniaNya kita dapat dipertemukan
dengan yang sholeh, dengan yang sholehah.
Alhamdulillahirobbil’alamiin.
Dan tidak lupa juga kita sampaikan shalawat dan salam terbaik kita kepada sebaik-baiknya umat di muka bumi ini yakni Rasulanaa Muhammad SAW. Dengan melafadzkan (shalawat & salam).
Para hadirin yang selamat sentosa. Saat ini indera pendengaran kita semua akan diberi sedikit hidayah yang insyaallah akan berguna bagi nusa dan bangsa. Tapi bagi yang indera pendengarannya masih off harap segera di on kan. Saya kali ini akan membawakan tema “Syahru Ramadhan Sayyidu Syuhur” artinya itu Bulan Ramadhan adalah Tuan dari segala bulan. Maksudnya adalah Bulan Ramadhan ini sangat dihormati kedatangannya. Bulan Ramadhan ini menjanjikan berbagai macam kebaikan bagi siapapun yang berlaku baik padanya. Bulan Ramadhan juga termasuk Bulan Haram karena jika engkau melakukan dosa di dalamnya itu akan terhitung berlipat ganda. Bukankan begitu juga definisi seorang tuan? Maka dari itu kita harus pandai-pandai di Bulan Ramadhan ini.
Belum lama ini saya mendapatkan sedikit tausyiah juga dari Al-Ustadz saya lupa siapa namanya. Tapi saya ingat isi tausyiahnya. Begini kira-kira isinya.
Bulan Ramadhan ini bulan yang penuh berkah. Kalo kata para ulama Ramadhan itu terdiri dari huruf hijaiyah apa saja? Ra mim dha alif dan nun. Ra artinya RAHMAT. Karena huruf ra ini letaknya ada diawal maka diartikan bahwa awal bulan Ramadhan ini Allah merahmati seluruh umatnya. Terlebih lagi yang menyambut kehadirannya. Mim artinya Maghfirah (pengampunan). Karena letak huruf mim ini ada di tengah artinya Allah senantiasa memberikan pengampunan pada tengah Bulan Ramadhan ini. Sejak tanggal 11 Ramadhan hingga 20 Ramadhan Allah terus-menerus memberikan pengampunan terhadap hambanya yang memohon. Maka dari itu jika sudah memasuki tengah bulan Ramadhan perbanyaklah istighfar kepada yang Maha Pengampun. Tetapi lebih baik lagi jika kita terus mengingat Allah SWT sejak masuknya Bulan Ramadhan dan alangkah lebih baiknya lagi jika kita sudah memohon ampun kepada Allah sejak jauh-jauh hari sebelum Bulan Ramadhan. Maka dari itu disini ada budaya maaf-maaf an dulu sebelum menyambut Bulan Suci penuh berkah ini. Oh ya, perlu diingat dalam hal pengampunan Allah SWT itu senantiasa mengampuni segala dosa hambanya terhadap Allah SWT. Seluruh dosanya. Mau itu sebanyak garam dilautan Allah sanggup mengampuninya. Tetapi jika dosa kita dengan sesame makhluk. Dosa kita tidak akan pernah gugur jika kita belum meminta maaf kepada yang didzalimi. Mau kita sampai nangis dihadapan Allah “ya allah dosa hamba kepadanya sangat besar tolong ampuni dosa hamba yaa allah..” Tetap. Dosa itu tidak akan gugur jika engkau tidak sempat meminta maaf kepadanya. Maka dari itu sudahkah kita saling memaafkan sebelum masuk ke dalam Bulan Suci dan mensucikan ini?
Selanjutnya dha artinya dihindarkan, dijaminkan tidak akan masuk, dilarikan. Alif artinya api. Dan Nun artinya neraka. Berarti kita senantiasa dihindarkan dari api neraka. Karena ketika kita berjumpa dengan Bulan Syawal kita itu diibaratkan bayi yang baru lahir. Bayi yang suci tidak ada dosa sama sekali. Karena pada Bulan Ramadhan itu setan semua dibelenggu. Neraka ditutup rapat-rapat. Syurga dibuka lebar-lebar. Tapi kenapa masih banyak yang melakukan maksiat terhadap Allah? Allah sudah membelenggu para syaitan, para iblis. Janganlah lagi kita yang mendekatinya. Allah sudah menjanjikan kita pada Bulan Ramadhan ini tetapi masih tetap saja ada yang berani berbuat maksiat di depan Sayyidu Syuhur ini. Cepat-cepatlah kalian mohon ampun dengan Allah. Dan jangan pernah melakukan dosa yang sama, karena itulah yang dinamakan taubat. Bukankah kita seharusnya bersyukur karena masih dipertemukan dengan Bulan Ramadhan kali ini?! Ada yang satu bulan sebelum Bulan Ramadhan sudah dipanggil terlebih dahulu. Ada yang satu hari menjelang Bulan Ramadhan tubuhnya sudah direnggut nyawanya. Bahkan ada yang ketika adzan Ashar tepat sebelum pas Maghribnya itu Bulan Ramadhan sudah terbaring di dalam tanah. Bukankah kita termasuk orang yang beruntung karena dipertemukan dengan Bulan Ramadhan dalam keadaan sehat walafiat. Ada banyak manusia terbaring di rumah sakit saat ini bukan? Mereka semua ketika memasuki Bulan Ramadhan berdo’a “Ya Allah sembuhkanlah hambamu yang luput dari dosa ini. Biarkanlah hamba menjalankan kewajiban darimu untuk berpuasa di Bulan Suci kali ini. Ya Allah angkatlah penyakit dalam tubuh ini” Akankah kita masih tetap loyo menyambut Bulan Ramadhan ini?. Maka dari itu mari kita sambut Bulan Ramadhan ini dengan memperbanyak lagi mengingat Allah. Me reschedule jadwal ibadah pada bulan ini. Mari kita layani Sayyidul Syuhur ini dengan baik supaya tidak sia-sia jika kita hanya melakukannya setengah-setengah.
Yaa.. kira-kira seperti itulah tausyiah yang terserap di otak saya ketika Al-Ustadz berceramah. Walaupun tidak banyak tapi semoga bermanfaat.
Wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Yang masih memiliki nyawa, indera perasa dan indera pendengaran dalam kondisi baik pasti menjawabnya dengan semangat. Karena saya mendo’akan keselamatan bagi antum semua.
Asslamu’alaikum wr. wb.
Alhamdulillahi rabbil a'lamiin. wabihi nasta'in. wa a'la ummu riddunya wa addiin. washsholatu wassalamu a'la ashrofil anbiya iwal mursalin. wa a'la alihi washohbihi ajma'in. amma ba'du.
Sepertinya kondisi manusia-manusia pada hari ini berbeda-beda. Ada yang lagi badmood. Ada yang lagi goodmood. Ada yang lagi galau. Ada yang tak terpantau. Ada yang bahagia. Ada yang tersiksa. Tetapi apapun itu kondisinya kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah SWT dimana atas nikmatNya juga karuniaNya kita dapat dipertemukan
dengan yang sholeh, dengan yang sholehah.
Alhamdulillahirobbil’alamiin.
Dan tidak lupa juga kita sampaikan shalawat dan salam terbaik kita kepada sebaik-baiknya umat di muka bumi ini yakni Rasulanaa Muhammad SAW. Dengan melafadzkan (shalawat & salam).
Para hadirin yang selamat sentosa. Saat ini indera pendengaran kita semua akan diberi sedikit hidayah yang insyaallah akan berguna bagi nusa dan bangsa. Tapi bagi yang indera pendengarannya masih off harap segera di on kan. Saya kali ini akan membawakan tema “Syahru Ramadhan Sayyidu Syuhur” artinya itu Bulan Ramadhan adalah Tuan dari segala bulan. Maksudnya adalah Bulan Ramadhan ini sangat dihormati kedatangannya. Bulan Ramadhan ini menjanjikan berbagai macam kebaikan bagi siapapun yang berlaku baik padanya. Bulan Ramadhan juga termasuk Bulan Haram karena jika engkau melakukan dosa di dalamnya itu akan terhitung berlipat ganda. Bukankan begitu juga definisi seorang tuan? Maka dari itu kita harus pandai-pandai di Bulan Ramadhan ini.
Belum lama ini saya mendapatkan sedikit tausyiah juga dari Al-Ustadz saya lupa siapa namanya. Tapi saya ingat isi tausyiahnya. Begini kira-kira isinya.
Bulan Ramadhan ini bulan yang penuh berkah. Kalo kata para ulama Ramadhan itu terdiri dari huruf hijaiyah apa saja? Ra mim dha alif dan nun. Ra artinya RAHMAT. Karena huruf ra ini letaknya ada diawal maka diartikan bahwa awal bulan Ramadhan ini Allah merahmati seluruh umatnya. Terlebih lagi yang menyambut kehadirannya. Mim artinya Maghfirah (pengampunan). Karena letak huruf mim ini ada di tengah artinya Allah senantiasa memberikan pengampunan pada tengah Bulan Ramadhan ini. Sejak tanggal 11 Ramadhan hingga 20 Ramadhan Allah terus-menerus memberikan pengampunan terhadap hambanya yang memohon. Maka dari itu jika sudah memasuki tengah bulan Ramadhan perbanyaklah istighfar kepada yang Maha Pengampun. Tetapi lebih baik lagi jika kita terus mengingat Allah SWT sejak masuknya Bulan Ramadhan dan alangkah lebih baiknya lagi jika kita sudah memohon ampun kepada Allah sejak jauh-jauh hari sebelum Bulan Ramadhan. Maka dari itu disini ada budaya maaf-maaf an dulu sebelum menyambut Bulan Suci penuh berkah ini. Oh ya, perlu diingat dalam hal pengampunan Allah SWT itu senantiasa mengampuni segala dosa hambanya terhadap Allah SWT. Seluruh dosanya. Mau itu sebanyak garam dilautan Allah sanggup mengampuninya. Tetapi jika dosa kita dengan sesame makhluk. Dosa kita tidak akan pernah gugur jika kita belum meminta maaf kepada yang didzalimi. Mau kita sampai nangis dihadapan Allah “ya allah dosa hamba kepadanya sangat besar tolong ampuni dosa hamba yaa allah..” Tetap. Dosa itu tidak akan gugur jika engkau tidak sempat meminta maaf kepadanya. Maka dari itu sudahkah kita saling memaafkan sebelum masuk ke dalam Bulan Suci dan mensucikan ini?
Selanjutnya dha artinya dihindarkan, dijaminkan tidak akan masuk, dilarikan. Alif artinya api. Dan Nun artinya neraka. Berarti kita senantiasa dihindarkan dari api neraka. Karena ketika kita berjumpa dengan Bulan Syawal kita itu diibaratkan bayi yang baru lahir. Bayi yang suci tidak ada dosa sama sekali. Karena pada Bulan Ramadhan itu setan semua dibelenggu. Neraka ditutup rapat-rapat. Syurga dibuka lebar-lebar. Tapi kenapa masih banyak yang melakukan maksiat terhadap Allah? Allah sudah membelenggu para syaitan, para iblis. Janganlah lagi kita yang mendekatinya. Allah sudah menjanjikan kita pada Bulan Ramadhan ini tetapi masih tetap saja ada yang berani berbuat maksiat di depan Sayyidu Syuhur ini. Cepat-cepatlah kalian mohon ampun dengan Allah. Dan jangan pernah melakukan dosa yang sama, karena itulah yang dinamakan taubat. Bukankah kita seharusnya bersyukur karena masih dipertemukan dengan Bulan Ramadhan kali ini?! Ada yang satu bulan sebelum Bulan Ramadhan sudah dipanggil terlebih dahulu. Ada yang satu hari menjelang Bulan Ramadhan tubuhnya sudah direnggut nyawanya. Bahkan ada yang ketika adzan Ashar tepat sebelum pas Maghribnya itu Bulan Ramadhan sudah terbaring di dalam tanah. Bukankah kita termasuk orang yang beruntung karena dipertemukan dengan Bulan Ramadhan dalam keadaan sehat walafiat. Ada banyak manusia terbaring di rumah sakit saat ini bukan? Mereka semua ketika memasuki Bulan Ramadhan berdo’a “Ya Allah sembuhkanlah hambamu yang luput dari dosa ini. Biarkanlah hamba menjalankan kewajiban darimu untuk berpuasa di Bulan Suci kali ini. Ya Allah angkatlah penyakit dalam tubuh ini” Akankah kita masih tetap loyo menyambut Bulan Ramadhan ini?. Maka dari itu mari kita sambut Bulan Ramadhan ini dengan memperbanyak lagi mengingat Allah. Me reschedule jadwal ibadah pada bulan ini. Mari kita layani Sayyidul Syuhur ini dengan baik supaya tidak sia-sia jika kita hanya melakukannya setengah-setengah.
Yaa.. kira-kira seperti itulah tausyiah yang terserap di otak saya ketika Al-Ustadz berceramah. Walaupun tidak banyak tapi semoga bermanfaat.
Wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Comments
Post a Comment